EVALUASI DIRI SEKOLAH

Kata Pengantar

Dalam kerangka pembinaan, maka Direktorat Pembinaan SMP telah melakukan berbagai upaya dan salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan pembinaan langsung ke sekolah yang secara teknis melalui supervise dan juga dengan melaksanakan monitoring serta evaluasi. Tujuan utamanya adalah: (1) untuk mengetahui kondisi perkembangan sekolah dalam pemenuhan standar nasional pendidikan, (2) untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan secara nasional, (3) untuk menentukan strategi keberlanjutan dalam penyelenggaraan sekolah yang dikembangkan menjadi sekolah mandiri, dan (4) memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan sekolah standar nasiomal sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi ini dilengkapi dengan beberapa perangkat instrument yaitu: (1) instrument peran pemerintah daerah, (2) instrument supervisi ke sekolah, (3) instrument kinerja sekolah, (4) instrument dokumen portofolio sekolah, dan (5) instrument atau format profil sekolah. Untuk memahami perangkat semua instrument dan pelaksanaannya, maka dapat dilihat dalam Panduan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi SMP- SSN Tahun 2010.
Diharapkan, informasi dan semua perangkat instrument Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam melakukan pembinaan, pengontrolan, dan sekaligus sebagai upaya akuntabilitas dalam penyelenggaraan SMP SSN. Atas segala kritikan dan masukan terhadap naskah ini diucapkan terima kasih.

Jakarta, Februari 2010
Direktur Pembinaan SMP
Ditjen Mandikdasmen-Kemendiknas Jakarta

DAFTAR ISI

1. Sampul
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Identitas Sekolah
5. Kondisi Sekolah
6. Instrumen Dinas Pendidikan
7. Instrumen Supervisi
8. Instrumen Kinerja

1. Nama sekolah* : SMP NEGERI I TEMPEL

2. Nomor Pokok Satuan Pendidikan (NPSP) :

3. Alamat Sekolah : NGEBONG, MARGOREJO, TEMPEL

4. Kecamatan : TEMPEL

5. Kabupaten/Kota : SLEMAN

6. Provinsi : DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

*. Apabila sekolah ada di wilayah (kabupaten/kota) Pemekaran …sebutkan Nama Sekolah Lama. 
KONDISI SEKOLAH

Pengantar

Instrumen ini bersifat terbuka, dimana petugas diharapkan dapat menuliskan hal-hal pokok/esensial dalam penyelenggaraan SSN, seperti: (1) informasi/data yang belum terjaring dari instrument yang ada, (2) peristiwa penting atau suatu kondisi yang berpengaruh dalam penyelenggaran pendidikan, (3) hambatan/kendala utama dalam penyelenggaraan, (4) peran stakeholder yang berpengaruh besar, (5) potret sekolah yang menonjol, (6) dan lainnya. Aspek-aspek tersebut ditinjau dari sekolah secara keseluruhan dan atau lingkungan atau dapat ditinjau dari standar-standar nasional pendidikan dalam upaya pemenuhannya. Penulisan dalam instrumen ini sekaligus sebagai pelaporan singat oleh petugas dalam melaksanakan supervisI, monitoring, dan evaluasi penyelenggaraan SSN.

NO. STANDAR PENDIDIKAN PEMENUHAN SNP
1 Standar Isi Dalam mengembangka kurikulum juga perlu melibatkan komite sekolah. Dalam penyusunan silabus mata pelajaran muatan local juga perlu melibatkan keala sekolah dan komite sekolah, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait. Selain guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS juga perlu memberikan penugasan tersetrukturdan kegiatan mandiri tidak tersetruktur dilengkapi dokumen pelaksanaan dan hasil tugas siswa.
2 Standar Proses Melakukan supervise proses pembelajaran selain dengan memberikan contoh, juga dengan cara diskusi, pelatihan dan konsultasi. Melakukan evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran selain memperhatikan aspek persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, juga memperhatikan aspek tindak lanjut. Hasil kepengawasan proes pembelajaran selain disampaikan kepada guru juga dilaporkan kepada pengawas sekolah, juga komite sekolah. Meakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
3 Standar Kompetensi Lulusan Belum memberikan pengalaman belajar kepada sisw dalam menganalisa gejala alam dan social selain dengan kegiatan kliping juga diskusi, kegiatan hasil analisis, dan pengamatan. Perlu memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui progam pembiasaan untuk mencai informasi selain melalui kunjungan perpustakaan,akses internet, dan kliping jua melalui pengamatan dari media elektronik dan mengaakan kelompok belajar bahasa asing, misalnya: bahasa Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, dan lainnya
4 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Perlu memotivasi teknisi laboratorium untuk melanjutkan pendidikan berkualifikasi akademik minimal D-II. Beum memiliki tenaga laboran dengan kualifikasi D-I.

5 Standar Sarana dan Prasarana Perlu mengurus surat ijin mendirikan bangunan. Perlu menyempurnakan ruang sirkulasi yang menghubungkan semua bangunan yang ada.

6 Standar Pengelolaan Perlu melaksanakan program kepengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan selain melalui pemantauan, supervise, dan evaluasi, juga melalui pelaporan dan tindak lanjut. Perlu melakukan evaluasi diri sekurang-kurangnya sekali dalam 1 tahun. Belum melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Belum memiliki petugas khusus system informasi sekolah.
7 Standar Pembiayaan
Perlu upaya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan. Sosialisasi Anggaran Pendapatn dan Belanja Sekoah kepada pemangku kepentingan.
8 Standar Penilaian Sekolah perlu melakukan berbagai tindakan, cara, mungkin analisis untuk meningkatkan prestasi belajar mata ujian nasional, khususnya mata pelajran bahasa inggris, dan mata pelajran matematika dimana hasil perolehan masih dibawah rata-rata nasional.
9 Lainnya

Perlu programpembiasaan berkaitan dengan budaya sekolah, serta kelestarian lingkungan sekolah.

INSTRUMEN
RESPONDEN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA

Pengantar

Instrumen ini ditujukan kepada pemerintah daerah tingkat I dan II, yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Hal ini didasarkan atas Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah khususnya dalam bidang pendidikan. Di samping itu, juga atas dasar peraturan perundangan lain yang relevan dengan pembinaan/penyelenggaraan SSN, misalnya PP No 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, PP No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, dan peraturan-peraturan Mendiknas yang terkait dengan penyelenggaraan sekolah yang harus memenuhi SNP.

Oleh karena itu, dalam instrumen ini yang akan diungkap secara kualitatif adalah sejauhmana peran masing-masing pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan SSN sesuai dengan kewenangan masing-masing pula. Secara substansi yang akan dikaji di lapangan ada enam (6) bidang pendidikan dalam penyelenggaraan SSN, yaitu: kebijakan, pendanaan, kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, dan penjaminan atau pengendalian mutu.

Petugas diharapkan dapat menggali informasi-informasi atau data dari enam bidang tersebut melalui wawancara atau dokumentasi kepada Dinas Pendidikn setempat, khususnya kepada kepala dinas/kepala bagian pembinaan SMP/lainnya dan sangat dimungkinkan dari unsur-unsur pemerintah daerah lainnya (Bappeda, Bupati/Wali Kota/Sekda/Anggota Dewan/dll), yang kesemuanya itu terkait dengan penyelenggaraan SSN.

PROVINSI : ……………………………………………………………
KABUPATEN : ……………………………………………………………
KOTA : ……………………………………………………………

NO. BIDANG PENDIDIKAN KONDISI
PERAN PEMERINTAH KAB/KOTA
1 Kebijakan

2 Pendanaan pendidikan

3 Kurikulum

4 Pendidik dan Tenaga Kependidikan

5 Sarana dan prasarana

6 Penjaminan atau pengendalian mutu

INSTRUMEN EVALUASI DIRI

PERMASALAHAN, REKOMENDASI , DAN TINDAK LANJUT

SMP NEGERI I TEMPEL

PEMERITAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENEGAH PERTAMA NEGERI I TEMPEL

TAHUN 2012 
I. STANDAR ISI
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Kerangka Dasar Kurikulum A. Permasalahan
1. KTSP Belum sepenuhnya disusun berdasarkan pedoman penyusunan KTSP secara tepat.
2. KTSP belum dikembangkan degan melibatkan pihak-pihak terkait dengan baik terutama komite sekolah.
3. Perlu ditambah buku referensitentang penyusunan KTSP.
B. Rekomendasi
1. KTSP sebaiknya disusun secara cermat dan akurat sesuai prinsip-prinsip penyusunan KTSP.
2. Perlunya keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP.
3. Perlunya buku referensi yang lengkap.
C. Tindak Lanjut
1. Kegiatan penyusunan KTSP dengan melibatkan pemangku kepentingan.
2. Uji public KTSP dengan meibatkan pemangku kepentingan.
Struktur Kurikulum Pendidikan Umum A. Permasalahan
1. Kurkulum muatan lokal belum disusun dengan melibatkan peran serta masyarakat/komite.
2. Kegiatan pengembangan diri belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan peserta didik.
3. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar belum dilaksanakan dengan tepat sesuai permendiknas no. 22 tahun 2006.
B. Rekomendasi
1. Penyusunan Kurikulum muatan local perlu melibatkan komite sekolah.
2. Pengembangan diri disusun sesuai kebutuhan serta potensi peserta didik.
3. Sekolah perlu menjabarkan SK dan KD dengan benar sesuai permendiknas no. 22 tahun 2006.
C. Tindak Lanjut
1. Kegiatan penyusunan kurikulum muatan local dengan melibatkan komite seklah.
2. Kegiatan pengembangan diri disesuaikan kebutuhan serta potensi peserta didik.
3. Diadakan Workshop Pemetaan SK dan KD.

3 Beban belajar A. Permasalahan
1. sebagian besar guru belum melakukan Kegiatan penugasan tersetruktur dan kegiatan mandiri tidak tersetruktur .
B. Rekomendasi
1. Guru perlu dimotivasi dan dibekali kemampuan melaksanakan penugasan tersetruktur dan kegiatan mandiri tidak tersetruktur
C. Tindak Lanjut
1. Diadakan Workshop pengelolaan penugasan tersetruktur dan kegiatan mandiri tidak tersetruktur
4. Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendi-dikan (KTSP) A. Permasalahan
1. Silabus belum sepenuhnya dikembangkan sesuai prinsip pengembangan silabus dengan benar, terutama dalam penjabaran SK dan KD serta Indikator.
2. RPP belum disusun dengan mengacu Standar Proses /Penyususnan RPP.
3. KKM belum disusun dengan mengacu aspek-aspek KKM dengan baik.
B. Rekomendasi
1. Guru perlu dibekali kemampuan mengembangkan silabus, RPP, dan menetapkan KKM dengan baik.
C. Tindak Lanjut
1. Diadakan Workshop Pengembangan silabus dan RPP.
2. Kegiatan Penetapan KKM dalam MGMP sekolah.
5. Kalender Pendidikan A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-

II. STANDAR PROSES
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1 Perencanaan Proses Pembelajaran A. Permasalahan
1. Perangkat Perencanaan Pembelajaran Belum disusun secara mandiri, masih banyak adopsi sekolah lain/MGMP sehingga belum sesuai Kondisi riel sekolah dan peserta Didik.
2. Isi dari silabus dan RPP belm sepenuhnya mengacu SI.
3. Penyelesaian juga belum tepat waktu.
B. Rekomendasi
1. Guru perlu dibekali kemampuan dalam penyusunan Perangkat Pembelajaran dengan baik dan benar.
2. Guru perlu difailitasi agar dapat selesai tepat waktu.
C. Tindak lanjut
1. Diadakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran.
2. Diadakan Pemantauan/Supervisi Perencanaan Pembelajaran.
2 Pelaksanaan Proses Pembelajaran A. Permasalahan
1. Guru belum melaksanakanKegiatan pembelajaran dengan mengacu pada Standar Proses, terutama berkaitan dengan kegiatan inti dan penutup.
2. Guru masih terpaku pada strategi/metode monoton /kurang vareatif sehingga belum mengacu pembelajaran PAIKEM.
3. Penguasaan guru tentang pengelolaan kelas belum optimal.
B. Rekomendasi.
1. Guru perlu dibekali kemampuan tentang Stategi-strategi pembelajaran, sehingga guru mempunyai banyak pilihan statrategi sisuai kondisi peserta didik dan karakteristik materi.
2. Guru perlu disegarkan dan dibekali kemampuan pengelolaan kelas yang memadahi sehingga mampu melaksanakan pembelajaran dngan lancar.
C. Tindak Lanjut
1. Diadakan Workshop Pelaksanaan Strategi-strategi Pembelajaran.
2. Diadakan Workshop Pengelolaan Kelas.
3 Penilaian Hasil Belajar A. Permasalahan
1. Guru belum melakukan penilaian dengan teknik-teknik yang bervareasi sesuai karakteristik materi pelajaran.
2. Penilaian belum terprogram dengan baik, kesinambungan antara pembelajaran, Remidi, dan pengayaan belum baik.
3. Guru belum memiliki dokumen penilaian yang lengkap.Kisi-kisi dan intrumen belum lengkap).
B. Rekomendasi
1. Perlu ada pembekalan kepada guru tentang implementasi teknik-teknik penilaian sesuai standar penilaian.
2. Guru perlu dimotivasi dan dibekali untuk membuat dokumenpenilaian secara lengkap
C. Tindak Lanjut
1. Diadakan pelatihan /diklat implementasi teknik-teknik penilaian sesuai standar penilaian.
2. Diadakan Diklat penyusunan instrument penilaian lengkap, dan pemantauan Penilaian proses pembelajran.
4 Pengawasan Proses Pembelajaran
A. Permasalahan
1. Supervisi sekolah belum mencakup supervise perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian Pembelajaran.
2. Tindak lanjut dan pelaporan belum meyentuh semua pemangku kepentingan.
B. Rekomendasi
1. Sekolah perlu menyusun program pemantauan dan supervisi secara tegas: Perencanaan, Pelaksanaan, analisa hasil, pelaporan dan tindak Lanjut.
C. Tindak Lanjut
1. Diadakan Program Pemantauan dan Supervisi secara menyeluruh.

III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Kompetensi Lulusan
A. Permasalahan
1. Belum dikuasainya penjabran SKL . SK, dan KD kedalam indikator dan materi pembelajaran dengan baik.
2. Guru belum sepenuhnya menguasai seluk-beluk SKL.
B. Rekomendasi
1. Guru perlu dibekali kemampuan memahami SKL serta hubungannya dengan SK,dan KD, sehingga dapat merumuskan rencana pebelajaran sesuai dengan SKL yang akan dicapai.
C. Tindak Lanjut
1. Perlu adanya kegiatan Workshop penjabaran SKL<SK,dan KD kedalam indikator pembelajaran

IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Guru A. Permasalahan
1. Kompetensi pedagogik guru masih belum optimal, terutama berkaitan dengan penguasaan lingkup materi sesuai SKL, SK, dan KD.
2. Pemilihan Model dan Metode pembelajaran kurang vareatif, sehingga kurang memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkreasi.
3. Rendahnya prestasi guru pada bidang keberhasilan proses pembelajaran.
B. Rekomendasi
1. Guru perlu dibekali kemampuan tentang penguasaan lingkup materi sesuai tuntutan SKL.
2. Guru perlu dibekali kemampuan tentang metode, dan vareasi pembelajaran untuk mendorong kreatifitas peserta didik.
3. guru perlu didorong untuk menulis KTI tentang keberhasilan pembelajaran.
C. Tindak Lanjut
1. Perlu diadakan kegiatan penjabaran SKL, SK< dan Kd dalam indikator dan tujuan pembelajaran.
2. Perlu kegiatan pelatihan tentang metode dan vareasi pembelajaran yang menarik.
3. Pelaksanaan PTK dan lomba kreatifitas guru.
2. Kepala Sekolah
A. Permasalahan
1. Kepala sekolah belum memiliki prestasi tentang keberhasilan program sekolah
B. Rekomendasi
1. Perlu penyusunankarya tulis tentang keberhasilah program sekolah.
C. Tindak Lanjut
1. Mengikuti kegiatan lomba keberhasilan program sekolah.
3. Tenaga
Administrasi A. Permasalahan
1. Ada sebagian yang belum sesuai anta bidang tugas dengan kualifikasi ijazahnya, sehingga kinerja belum optimal.
B. Rekomendasi
1. Perlu motivasi untuk meningkatkan kualifikasi ijazah serta mengikuti pelatihan-pelatihan yang sesuai bidang tugasnya.
C. Tindak Lanjut
1. Mengikutkan Tendik pada pelatihan-pelatihan yang mendudkung tugasnya.
4. Tenaga
Perpustakaan A. Permasalahan
1. Kepala perpustakaan belum sesuai kualfikasi ijazahnya.
2. tenaga perpustakaan tidak memilikikualifikasi ijazah yag sesuai.
B. Rekomendasi
1. Perlu pembekalan tentang kemampuan mengelola perpustakaan.
2. Perlu kegiatan pelatihan bagi tenaga perpustakaan.
C. Tindak Lanjut
1. Mengikutkan kepala perpustakaan pada pelatihan pengelolaan perpustakaan.
2. Mengikutkan tenaga perpustakaan untuk pada pelatihan pelayanan perpustakaan.
6. Tenaga Layanan Khusus A. Permasalahan
1. Layanan khusus melalui bimbingan konseling belum optimal dalam melayani kebutuhan siswa. Terutama dalam mengelola kegiatan.
B. Rekomendasi
1. Perlu pembekalan pengelolaan kegiatan layanan.
C. Tindak Lanjut
1. Mengikutkan petugas pada kegiatan pelatihan layanan khusus yang sesuai.
7 Tenaga Laboran A. Permasalahan
1. Sekolah belom memiliki laboran lab IPA yang sesuai bidang tugasnya.
B. Rekomendasi
1. Perlu pembekalan pengelolaan laboratorium IPA bagi laboran.
C. Tindak Lanjut
1. Mengikutkan petugas pada kegiatan pelatihan pengelolaan laboratorium IPA.

V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Lahan A. Permasalahan
1. Belum memilki surat iji mendirikan bangunan, status tanah masih sewa pada pemerintah desa.
2. Ruang sirkulasi belum sepenuhnya menghubungkan semua ruangan dengan nyaman.
3. Saran penunjang kenyamanan peserta didik masih belum lengkap.
4. Pengelolaan administrasi sarpras belum optimal.
B. Rekomendasi
1. Perlu pengurusan surat ijin mendirikan bangunan serta mempertegas status tanah.
2. Penyempurnaan ruang sirkulasi, terutama atap untuk kenyamanan..
3. Perlu penambahan sarana penunjang kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.
4. Peningkatan pengelolaan administrasi sarpras.
C. Tindak Lanjut
1. Pengadaan atap ruang sirkulasi.
2. Kegiatan pengurusan surat ijin mendirikan bangunan serta status tanah.
3. Pengadaan sarana penunjang enyamanan sekolah.
4. Kegiatan pengadministrasian sarpras dengan tertib.

2. Bangunan A. Permasalahan
1. Sekolah belum memiliki ruang audio mvisual khusus untuk menunjang pembelajaran.
2. Sebagian bangunan sudah usang dan perlu renovasi ringan dan sedang.
3. Belum memilki ruang wakil kepala sekolah, dan ruang osis untuk secretariat pengurus Osis.
B. Rekomendasi
1. Perlu penambaan ruang Wakil Kepala Sekolah, Ruang Audio Visual, Ruang OSIS, dan ruang penunjang lainnya sesuai standar sarpras.
2. Perlu renovasi bangunan yang using baik ringan, sedang, dan berat sesuai kondisi bangunan.
C. Tindak Lanjut
1. Pengadaan ruang WK, Audio Visual, OSIS.
2. Pengadaan bangunan penunjang sesuai standar sarpras.
3. Renovasi bangunan sesuai kondisi bangunan.
3. Kelengkapan Prasarana dan Sarana A. Permasalahan
1. Pengelolaan sarpras yang ada belum berjalan dengan tertib.
2. Belum adanya kelengkapan sarpras kelas yang memadahi
B. Rekomendasi
1. Perlu peningkatan kualitas pengelolaan sarpras.
Pengadaan kelelngkapan sarpras kelas sesuai standar sarpras.
C. Tindak Lanjut
1. Peningkatan kualitas pengelolaan sarpras sesuai ketentuan.
2. Pengadaan kelengkapan sarpras kelas sesuai ketentuan.

VI. STANDAR PENGELOLAAN
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Rencana Kerja Sekolah A. Permasalahan
1. RKS belum disusun dengan melibatkan semua pemangku kepentingan serta akurasi program belum optimal.
B. Rekomendasi
1. Perlu penyusunan RKS dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, sehingga akurasi program dapat dipertanggungjawabkan.
C. Tindak Lanjut
1. Kegiatan penyusuna RKS sesuai dengan ketentuan, melalui hasil evaluasi diri sekolah yang ada.
2. Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah A. Permasalahan
1. Pelaksanaan RKS kadang tidak sesuai jadwal yang ditentukan, sehingga kadang menumpuk pada saat tertentu.
B. Rekomendasi
1. Perlu penataan kegiatan dengan cermat sesuai alokasi waktu pelaksanaan yang tepat.
C. Tindak Lanjut
1. Penataan dan penjadalan kegiatan sesuai dengan sifat kegiaan untuk mendapatka jadwal yang mantap.
3. Pengawasan dan Evaluasi A. Permasalahan
1. Kegiatan pengawasan tidak berjalan optimal dengan melibatkan unsure terkait.
2. Hasil pengawasan kurang disosialisasikan, serta tindak lanjut tidak jelas.
B. Rekomendasi
1. Perlu pengawasan dengan melibatkan unsure terkait, serta memanfaatkan hasil pengawwasan untuk perbaikan program.
C. Tindak Lanjut
1. Pelaksanaan pengawasan dengan tertib serta memanaatkan hasil untuk perbaikan program.
4. Kepemimpin-an Sekolah A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-
5. Sistem Infor-masi manajemen sekolah A. Permasalahan
1. Belum memiliki sistem informasi bebasis Web.
B. Rekomendasi
1. Perlu pengadaan sistem informasi bebasis Web.
C. Tindak Lanjut
1. pengadaan sistem informasi bebasis Web.

VII. STANDAR PEMBIAYAAN
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Biaya Investasi A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-
2. Biaya Operasional A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-
3. Biaya Personal A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-
4. Transparansi dan Akuntabilitas A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut
-

VIII. STANDAR PENILAIAN
NO KOMPONEN PERMASALAHAN, REKOMENDASI, DAN TINDAK LANJUT
1. Penilaian oleh pendidik A. Permasalahan
1. Guru belum melaksanakan penilaian sesuai dengan pedoman sistem penilaian.
2. Pendokumentasian instrument penilaian perlu ditingkatkan.
B. Rekomendasi
1. Perlu pembekalan dan penyegaran sstem penilaian proses pembelajaran serta kemampuan mentusun intrumen penilaian dengan mengacu SKL, SK, dan KD.
C. Tindak Lanjut
1. Pelatihan Penyusunan instrument penilaian dengan mengacu SKL, SK, dan KD.
2. Penilaian oleh Satuan Pendi-dikan A. Permasalahan
1. Kualitas instrument penilaian belumsepenuhnya mengacu dan sesuai SKL, SK, dan KD.
B. Rekomendasi
1. Perlu pembekalan bagi guru tentang penyusunan instrument dengan mengacu SKL, SK, dan KD.
C. Tindak Lanjut
1. Pelatihan / workshop guru tentang penyusunan instrument dengan mengacu SKL, SK, dan KD.
3. Penilaian oleh pemerintah A. Permasalahan
-
B. Rekomendasi
-
C. Tindak Lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: